Selasa, 24 Februari 2015
Cara merangkai panel
2. Pensil 15. Terminal grounding
3.
Bor ukuran 4,5 mm 16. Terminal netral
4.
Obeng – 17. Hole saw5. Obeng + 18. Kabel ukuran 2,5 mm
6. Tang potong 19. Kabel ukuran 4 mm
7. Box penel 20. Kabel ukuran 6 mm
8. Lampu indicator (untuk R,S,T) 21. Sepatu kabel
9. Stop kontak 22. Pilox dan clear
10. MCB 1 phasa 23. Baut
11. Sisir pembagi 3 phasa 24. Kabel identifikasi
12. Plat polos 25. Din-rel
13. MCCB
Tujuan pabrikasi panel pp adalah untuk pembagian sumber energy dari genset ke panel SDP lalu masuk ke panel PP, setelah itu baru di instalasikan ke bangunan-bangunan yang telah di tentukan. Pabrikasi panel ini dibuat untuk mempermudah pembagian sumber tegangan.
Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut :
- Siapkan alat dan bahan yang di perlukan
- Ambil box panel lalu lakukan pengukuran pada pintu box panel, tujuannya untuk peletakkan lampu indicator dan emergency stop.
- Lakukan pengeboran pada box panel yang telah di tentukan titik lubangnya
- Setelah itu lanjutkan dengan pengeboran box panel, yang berada di sampingnya.untuk tempat stop kotak 3 phasa dan stop kontak 1 phasa. Stop kontak 3 phasa digunakan untuk input mesin prees filter, sedangkan yang 1 phasa digunakan untuk input kebeban (bangunan).
- Setelah itu kikir sisi-sisi lubang tadi agar tidak tajam
- Pilox dan clear box panel tersebut hingga terlihat mengkilat
- Bor plat polos dan din-rel, plat polos digunakan untuk tempat din-rel, sedangkan din-rel digunakan untuk tempat MCB dan ELCB agar letaknya sejajar.
- Setelah pewarna selesai, baru melakukan pabrikasi dalam box panel.
- Din-rel di pasang pada plat polos menggunakan penahan berupa baut
- Setelah itu susun MCB dan ELCB secara sejajar dan sesuai dengan yang telah ditentukan
- Hubungkan output MCCB ke input ELCB dan MCB menggunakan kabel nyaf 6 mm yang telah dipasangkan sepatu kabel dan kabel indentifikasinya.
- Hubungkan input semua MCB dengan menggunakan sisir pembagi 3 fasa sedangkan outputnya untuk bangunan
- Hubungkan input semua ELCB menggunakan kabel nyaf 4 mm, sepatu kabel dan kabel indentifikasinya dan outputnya juga di gunakan untuk bangunan
- Pada MCCB pasang shunttrip, kemudian koil shunttrip satu dihubungkan ke netral,dan yang satu lagi ke fasa R mulalui MCB 1 fasa. Yang gunanya untuk mentripkan MCB jika terjadi hubung singkat.
- Untuk arus lampu indicator di ambila dari MCB 1 fasa R,S,T, sedangkan netralnya diambil dari shunttrip
- Kembalikan alat dan bahan
- Bersihkan daerah kerja
Itulah penjelasan tentang panel pp dan langkah kejanya.
Cara memperbaiki dispenser
Disini saya akan menjelaskan bagaimana caranya memperbaiki
dispenser.
Dalam memperbaiki dispenser alat dan bahan yang digunakan
adalah:
- Obeng + panjang
- Obeng + pendek
- Multitester
Lankah kerja untuk perbaikan dispenser yang tidak panas adalah
1. Bongkar body dispenser
2. Cek power, apakah
arusnya masuk
3. Cek pius, putus atau
tidak
4. Cek overload
5. Cek element
6. Jika terdapat komponen
yang rusak, ganti atau perbaiki
7. Tes dispenser
8. Jika bekerja dengan
baik pasang kembali body dispenser
9. Kembalikan alat dan
bahan
10. Bersihkan daerah kerja
Nama komponen dalam dan fungsinya:
1.
Saklar on/off berfungsi untuk menyalakan Dispenser dan mematikan Dispenser
2. Thermostat 1 berfungsi untuk mengendalikan suhu air di dalam tangki air
3. Thermostat 2 berfungsi untuk
mengendalikan suhu air di dalam tangki air
4. Saluran daya utama berfungsi sebagai penyalur daya dari
sumber
5. Elemen pemanas berfungsi untuk
memanaskan air
6.
Saluran air panas berfungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam
tabung pemanas dan red water tap
7.
Saluran air normal berfungsi sebagai tempat menyalurkan air ke dalam tabung
pendingin atau blue water tap
8.
Pipa pembungan berfungsi sebagai tempat pembungan sisa air yang tidak terpakai
Nama komponen luar dan fungsinya
1. Anti spill berfungsi tempat
dudukan galon
2. Fuse berfungsi sebagai pengaman
dan pemutus rangkaian arus
3. Tombol Power Switch sebagai
tombol untuk menyalakan dispenser
4. Power Indicator sebagai lampu
indicator on
5. HotI ndicator sebagai lampu
indicator hot
6. Extra Hot Indicator sebagai lampu
indicator extra hot
7. Tombol Extra Hot sebagai
biasatombol untuk extra hot
8. Blue Water Tap
sebagai tempat keluarnya air biasa
9. Red Water Tap sebagai tempat
keluarnya air panas
10. Drainage plug sebagai tempat penampungan
Didalam dispenser bagian atas terdapat tabung
yang terbuat dari stenles steel yang dibagian luar tabungnya dililitkan pipa
tembaga ukuran 1/4 yang berfungsi untuk mendinginkan air. Lilitan pipa pada luar tabung dapat disamakan dengan
sebuah evaporator pada AC atau pada lemari es.
Fungsi dari heater berguna untuk memanaskan air yang berada pada
tabung, air akan mengalir/keluar melalui kran warna merah karena air panas
dalam tabung menghasilkan suatu tekanan. Sedangkan air
yang dingin keluar dari kran yang berwarna biru didasari oleh proses gravitasi.
Proses pemanas air pada dispenser
proses pemanasan air terjadi pada saat air
masuk kedalam tabung pemanas. Tabung pemanas merupakan tabung yang terbuat dari
logam yang disekitar tabung tersebut dikelilingi oleh elemen pemanas, sehingga
ketika air mengalir dari tampungan menuju tabung pemanas sensor suhu yang ada
pada tabung pemanas akan memicu elemen pemanas untuk bekerja, suhu tinggi yang
dihasilkan elemen pemanas diserap oleh air yang suhunya lebih rendah, setelah
suhu air dalam tabung pemanas tinggi maksimal sensor suhu yang ada pada tabung
pemanas akan memutuskan arus listrik pada elemen pemanas, pada saat elemen
pemanas menyala lampu indikator pemanas menyala dan pada saat elemen pemanas
mati lampu indikator pemanas mati.Setelah lampu indikator
pemanas mati dan air pada tabung pemanas sudah mencapai suhu tinggi maksimal
maka air panas siap digunakan.
Proses pendingin air pada dispenser
Proses pendinginan air pada dispenser pada umumnya dibedakan
menjadi 2 yaitu:
1. Pendinginan Air dengan Fan
proses pendinginan air menggunakan fan dilakukan dengan cara menghisap suhu tinggi pada air ketika air berada pada tampungan air kedua yang letaknya berada dibawah tampungan air pertama, namun pada kenyataannya fan hanya alat bantu untuk mempercepat pembuangan panas pada air, sehingga temperatur air hanya akan turun sedikit saja. Setelah melewati tampungan air kedua air akan dikeluarkan melalui keran dan siap untuk diminum.
proses pendinginan air menggunakan fan dilakukan dengan cara menghisap suhu tinggi pada air ketika air berada pada tampungan air kedua yang letaknya berada dibawah tampungan air pertama, namun pada kenyataannya fan hanya alat bantu untuk mempercepat pembuangan panas pada air, sehingga temperatur air hanya akan turun sedikit saja. Setelah melewati tampungan air kedua air akan dikeluarkan melalui keran dan siap untuk diminum.
2. Pendinginan Air dengan Sistem
Refrigran
pendinginan air pada dispenser menggunakan sistem refrigran sama seperti sistem refrigran pada kulkas hanya saja evaporatornya dimasukkan kedalam tampungan air kedua yang berada dibawah tampungan air pertama, sehingga air disekitar evapurator akan menjadi air dingin. Hasil pendinginan air pada dispenser menggunakan sistem refrigran lebih maksimal dibandingkan pendinginan air menggunakan fan. Setelah air melalui proses pendinginan pada tampungan air kedua, air akan mengalir dan keluar melalui keran.
pendinginan air pada dispenser menggunakan sistem refrigran sama seperti sistem refrigran pada kulkas hanya saja evaporatornya dimasukkan kedalam tampungan air kedua yang berada dibawah tampungan air pertama, sehingga air disekitar evapurator akan menjadi air dingin. Hasil pendinginan air pada dispenser menggunakan sistem refrigran lebih maksimal dibandingkan pendinginan air menggunakan fan. Setelah air melalui proses pendinginan pada tampungan air kedua, air akan mengalir dan keluar melalui keran.
Itulah penjelasan dari dispenser dan langkah kerjanya
Cara merangkai lampu HPI-T
Saya akan berbagi pengalaman
dengan teman-teman bagai mana caranya merangkai lampu HPI-T.
Pengalaman ini saya dapatkan saat saya PKL dulu saat kelas 2 SMK.
Alat dan bahan yang di gunakan
- Obeng +
- Obeng –
- Tang potong
- Kabel
- Multimeter
- Ignitor
- Capasiror
- Ballast
- Terminal
Penjelasan tentang lampu HPI-T
Lampu HPI-T adalah lampu yang sama halnya dangan lampu TL,
tetapi lampu HPI-T membutuhkan beberapa komponen pembantu untuk menyalakannya.
Komponen yang terdapat pada lampu HPI-T seperti
ballast sebagai pembatas daya maupun regulator (pengatur), terminal untuk
menyabung kabel, ignitor sama dengan starter pada lampu TL untuk star awal, dan
kapasitor untuk menyimpan arus listrik dalam bentuk muatan yang terdiri atas 2
lempengan logam yang saling sejajar satu sam lain dan diantara kedua logam
tersebut terdapat bahan isolator yang sering disebut dielektrik (terminasi).
Dalam merangkai lampu HPI-T kita harus sabar dan
hati-hati karena apabila terjadi kesalahan dalam merangkai atau memasang
komponen tersebut maka akan terjadi sot atau trif akibatnya akan bisa
menimbulakan kerusakan pada komponen lampu.
Langkah-langkah dalam pengecekkan lampu HPI-T adalah :
- Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
- Kupas ujung kabel pada jalur lampu secukupnya.
- Masukkan kabel penyalur arus, kebody lampu.
- Hubungkan kabel dangan terminal yang telah terhubung dangan komponen-komponennya.
- Beri arus pada lampu, apakah lampu menyala dengan baik.
- Jika lampu tidak menyala, periksa menggunakan multimeter
- Jika terdapat komponen yang tidak bekerja atau rusak perbaiki atau ganti komponen tersebut
- Setelah di pastikan lampu menyala dengan baik, lepas kabel dari sumber tegangan dan pasang tutup lampu.
- Rapikan dan kembalikan alat dan bahan ketempatnya
- Bersihkan daerah kerja.
Itulah langkah kerja dan penjelasan tentang lampu HPI-T
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)



